Rabu, 04 September 2013

SATUAN KEGIATAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)


SATUAN KEGIATAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)


No Kegiatan
01
Nama Kegiatan
Johari Window
Bidang Bimbingan
Pribadi & Sosial
Standar Kompetensi
Kematangan Hubungan dengan Teman Sebaya
Tujuan
a.       Siswa mempelajari norma-norma pergaulan dengan teman sebaya yang beragam latar belakangnya.
b.      Siswa mampu menyadari keragaman latar belakang teman sebaya yang mendasari pergaulan.
c.       Siswa mampu bekerjasama dengan teman sebaya yang beragam latar belakangnya.
Topik / Materi
Perkelahian antar pelajar/tawuran
Kelas/Waktu/Semester
VII,VIII,IX/3 x 40 menit/Ganjil
Strategi Layanan / Teknik
Bimbingan kelompok, diskusi, Tanya jawab, dan permainan.
Media / Alat yang Digunakan
Kertas, Alat tulis.
Prosedur / Langkah-langkah
1. Tahap Awal
1)      Konselor menciptakan suasana interaksi yang kondusif untuk mencapai tujuan bimbingan kelompok.
2)      Konselor bersama siswa mengembangkan komitmen agar proses bimbingan dapat terselenggara dengan baik.
3)      Perkenalan tiap siswa.
4)      Penjelasan kegiatan yang akan dilakukan.
2. Tahap Transisi / Peralihan
1)      Konselor mencairkan Suasana dan memantapkan kesiapan siswa untuk memasuki permainan.
2)      Konselor membagi siswa-siswa kedalam kelompok-kelompok dengan acak yaitu dengan cara menghitung angka dan mengelompokkan siswa ke dalam kelompok yang memiliki angka yang seragam.
3)      Konselor menjelaskan aturan permainan Johari Window, yakni peserta diminta untuk menuliskan Sifat dirinya dan teman-teman sekelompoknya secara rahasia di dalam kertas yang akan di bagikan konselor.
4)      Konselor membagikan kertas-kertas berwarna agar lebih menarik sesuai jumlah kelompok, misalkan jumlah kelompok ada 7 orang, maka tiap orangnya mendapat 7 kertas.
5)      Setelah semua siswa selesai menulis perintah yang dimaksud, maka konselor mengarahkan agar kertas tersebut diberikan kepada teman yang dinilai sifatnya.
6)      Konselor meminta semua siswa untuk membaca kertas yang diterimanya masing-masing hingga semua terbaca.
7)      Konselor memberikan isyarat bahwa permainan Johari Window akan segera mulai ke kegiatan inti.
3. Tahap Kerja
a.       Eksperimentasi



b.      Identifikasi








c.       Analisa




d.      Generalisasi

·        Konselor mengarahkan siswa untuk menunjuk perwakilan siswa dari tiap kelompok untuk mempresentasikan dan menilai sifat-sifatnya yang terdapat di kertas.
Ø  Apa yang anda rasakan ketika anda melakukan permainan Johari Window ?
Ø  Apakah anda mengalami kesulitan saat anda menuliskan sifat-sifat temanmu ?
Ø  Bagaimana perasaan anda ketika selesai membaca sifat-sifat anda yang di tulis teman anda ?
Ø  Bagaimana perasaan anda saat teman anda membaca penilaian anda mengenai sifat mereka ?

o   Apakah hasil dari kegiatan tersebut dapat menumbuhkan pemahaman baru bagi anda ?
o   Pemahaman apa yang anda temukan ?
o   Apa makna pengalaman dari kegiatan ini ?

§  Apa rencana anda setelah mengetahui bagaimana perbedaan sifat anda dengan teman-teman anda ?
§  Langkah apa yang anda tempuh untuk melatih diri anda lebih toleran dengan perbedaan sifat ?
4. Tahap Penutup / Terminasi
a)      Refleksi Umum



b)      Tindak Lanjut

v  Coba sebutkan langkah-langkah untuk dapat menghargai perbedaan sifat ?
v  Apa yang anda lakukan untuk menghindari perkelahian antar pelajar karena perbedaan sifat ?
ü  Kapan anda akan belajar merealisasikan dalam kehidupan sehari-hari ?
ü  Konselor menyimpulkan makna permainan Johari Window dengan masalah perkelahian antar pelajar.

5. Evaluasi
1.      Konselor mengamati antusias, respon, dan aktifitas siswa selama kegiatan berlangsung.
2.      Konselor memberikan pertanyaan lisan secara acak untuk mengetahui pemahaman, perasaan atau sikap dan komitmen siswa setelah mengikuti kegiatan layanan.
3.      Kegiatan ini dapat untuk mengungkap secara lebih dalam tentang sifat atau karakter siswa.
4.      Setiap siswa dapat mengenal dan memahami keanekaragaman sifat atau karakter orang khususnya dalam pergaulan.

                                                                               Yogyakarta,   
Mengetahui :
Koordinator BK SMA 4 Yogyakarta                                                    Mahasiswa


Faila Suffah, S. Pd                                                                          Fariht Hanna Annisa

Rabu, 28 Agustus 2013

SATUAN LAYANAN INFORMASI (Perkembangan Masa Remaja)


SATUAN LAYANAN INFORMASI

1.     Topikpermasalahan/bahasan        :     Perkembangan Masa Remaja
        Sub. Topikbahasan

2.     Bidangbimbingan                        :     Bimbingan Belajar
3.     Jenislayanan                                 :     LayananInformasi
4.     Fungsilayanan                              :     Pemahaman
5.     Sasaranlayanan                            :     SiswaKelas X
6.     Tujuan Layanan                           :     -   Agar siswa dapa tmengetahui pengertian pergaulan bebas
                                                                  -  Agar siswa dapat memandang positif tentang remaja
7.     Kompetensi yang ingindicapai    :     -  Siswa memperhatikan penjelasan pergaulan bebas
                                                                  - Siswa dapat mengetahui dampak, penyebab dan solusi pergaulan bebas
8.     Topikbahasan                               :     Pergaulan Bebas   
9.     Uraian kegiatan dan                    :     Menjelaskan Akibat Pergaulan bebas
        materi layanan
11.  Metode                                         :     Ceramah dan TanyaJawab           
10.   Materi Layanan                           :     Tanda-tanda memasuki masa remaja
12.  Tempat penyelenggaraan             :     Ruang Kelas
13.   Waktu, Hari/Tanggal                   :     Jam ke1, Sabtu 10 September 2012
14.   Biaya                                           :     -
15.   Penyelenggara layanan                :     Praktikan dan GuruPendamping
16.   Pihak yang dilibatkan                  :     siswa
17.   Peran pihak yang disertakan        :     -
18.   Alat yang dibutuhkan                  :     Spidol
19.   Rencana Penilaian                       :     Laiseg, Laijapan
20.   Keterkaitan layanan ini dengan   :     -
        layanan/kegiatan pendukung
21.   Catatan khusus                            :    Siswa yang belum jelas dilayani di ruang BK
22.   Sumber Bahan/Materi                      : -

Yogyakarta, September 2012
Guru Pembimbing,                                                                  Praktikan,                                                                                                                                           
……………………..                                                              ……………………………….
                                                           
  

MATERI LAYANAN INFORMASI
PERGAULAN BEBAS

A.Pengertian pergaulan bebas
Kita tentu tahu bahwa pergaulan bebas itu adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang, yang mana “bebas” yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma ketimuran yang ada. Masalah pergaulan bebas ini sering kita dengar baik di lingkungan maupun dari media massa
Remaja adalah individu labil yang emosinya rentan tidak terkontrol oleh pengendalian diri yang benar. Masalah keluarga, kekecewaan, pengetahuan yang minim, dan ajakan teman-teman yang bergaul bebas membuat makin berkurangnya potensi generasi muda Indonesia dalam kemajuan bangsa.

B.Penyebab & Dampak Maraknya Pergaulan Bebas Remaja.
            . Ada banyak sebab remaja melakukan pergaulan bebas. Penyebab tiap remaja mungkin berbeda tetapi semuanya berakar dari penyebab utama yaitu kurangnya pegangan hidup remaja dalam hal keyakinan/agama dan ketidakstabilan emosi remaja. Hal tersebut menyebabkan perilaku yang tidak terkendali, seperti pergaulan bebas & penggunaan narkoba yang berujung kepada penyakit seperti HIV & AIDS ataupun kematian.
v  penyebab maraknya pergaulan bebas
Ø  Sikap mental yang tidak sehat
Sikap mental yang tidak sehat membuat banyaknya remaja merasa bangga terhadap pergaulan yang sebenarnya merupakan pergaulan yang tidak sepantasnya, tetapi mereka tidak memahami karena daya pemahaman yang lemah. Dimana ketidakstabilan emosi yang dipacu dengan penganiayaan emosi seperti pembentukan kepribadian yang tidak sewajarnya dikarenakan tindakan keluarga ataupun orang tua yang menolak, acuh tak acuh, menghukum, mengolok-olok, memaksakan kehendak, dan mengajarkan yang salah tanpa dibekali dasar keimanan yang kuat bagi anak, yang nantinya akan membuat mereka merasa tidak nyaman dengan hidup yang mereka biasa jalani sehingga pelarian dari hal tersebut adalah hal berdampak negatif, contohnya dengan adanya pergaulan bebas.
Ø  Pelampiasan rasa kecewa.
Yaitu ketika seorang remaja mengalami tekanan dikarenakan kekecewaannya terhadap orang tua yang bersifat otoriter ataupun terlalu membebaskan, sekolah yang memberikan tekanan terus menerus(baik dari segi prestasi untuk remaja yang sering gagal maupun dikarenakan peraturan yang terlalu mengikat), lingkungan masyarakat yang memberikan masalah dalam sosialisasi, sehingga menjadikan remaja sangat labil dalam mengatur emosi, dan mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif di sekelilingnya, terutama pergaulan bebas dikarenakan rasa tidak nyaman dalam lingkungan hidupnya.

Ø  Kegagalan remaja menyerap norma.
Hal ini disebabkan karena norma-norma yang ada sudah tergeser oleh modernisasi yang sebenarnya adalah westernisasi.
v  Dampak dari pergaulan bebas
Pergaulan bebas identik sekali dengan yang namanya “dugem” (dunia gemerlap). Yang sudah menjadi rahasia umum bahwa di dalamnya marak sekali pemakaian narkoba. Ini identik sekali dengan adanya seks bebas. Yang akhirnya berujung kepada HIV/AIDS. Dan pastinya setelah terkena virus ini kehidupan remaja akan menjadi sangat timpang dari segala segi.
v  Solusi Untuk Menyelesaikan Masalah Pergaulan Bebas.
Ø  Memperbaiki cara pandang dengan mencoba bersikap optimis dan hidup dalam“kenyataan”, maksudnya sebaiknya remaja dididik dari kecil agar tidak memiliki angan-angan yang tidak sesuai dengan kemampuannya sehingga apabila remaja mendapatkan kekecewaan mereka akan mampu menanggapinya dengan positif.
Ø  Menjaga keseimbangan pola hidup. Yaitu perlunya remaja belajar disiplin dengan mengelola waktu, emosi, energi serta pikiran dengan baik dan bermanfaat, misalnya mengatur waktu dalam kegiatan sehari-hari serta mengisi waktu luang dengan kegiatan positif.
Ø  Jujur pada diri sendiri. Yaitu menyadari pada dasarnya tiap-tiap individu ingin yang terbaik untuk diri masing-masing. Sehingga pergaulan bebas tersebut dapat dihindari. Jadi dengan ini remaja tidak menganiaya emosi dan diri mereka sendiri.
Ø  Memperbaiki cara berkomunikasi dengan orang lain sehingga terbina hubungan baik dengan masyarakat, untuk memberikan batas diri terhadap kegiatan yang berdampak negatif dapat kita mulai dengan komunikasi yang baik dengan orang-orang di sekeliling kita.
Ø  Perlunya remaja berpikir untuk masa depan. Jarangnya remaja memikirkan masa depan. Seandainya tiap remaja mampu menanamkan pertanyaan “Apa yang akan terjadi pada diri saya nanti jika saya lalai dalam menyusun langkah untuk menjadi individu yang lebih baik?” kemudian hal itu diiringi dengan tindakan-tindakan positif untuk kemajuan diri para remaja. Dengan itu maka remaja-remaja akan berpikir panjang untuk melakukan hal-hal menyimpang dan akan berkurangnya jumlah remaja yang terkena HIV & AIDS nantinya.